Fiqih thaharah : tata cara dan hikmah bersuci dalam Islam / penyadur, Abdullah Abbas ; penyunting, Aik Iksan Anshori

Thaharah dimulai bersamaan dengan adanya Islam. Perintah-perintah terhadap thaharah telah sejak dini dikemukakan sehingga Islam dikenal sebagai agama kebersihan dan agama orang-orang yang selalu mem- bersihkan diri. Rasulullah saw. telah menganjurkan para pengikutnya yang beriman kepada risalahnya agar supaya mereka mengikuti jejaknya dalam bersuci. Allah telah mewajibkan thaharah batiniah terhadap seluruh kaum Muslim. Tidak ada dalil atas kewajiban thaharah batiniah. Thaharah (bersuci) merupakan salah satu dasar fundamental dari agama Islam. Thaharah secara etimologi membersihkan kotoran dan sejenisnya. Sementara me- nurut syariat, thaharah membersihkan dari segala najis khabatsiah dan hadatsiah. Yang dimaksud khabatsiah ialah berbagai perkara indriawi atau yang bisa dilihat. Yaitu, setiap kotoran yang bisa diindra seperti, darah, kotoran manusia, dan nanah yanag biasanya menempel di badan, pakaian, atau tempat shalat. Sementara hadatsiah ialah berbagai perkara maknawi atau yang tidak terlihat, yaitu setiap kotoran maknawi seperti kentut, air kencing, air mani, darah haid dan darah nifas yang biasa keluar dari kemaluan atau dubur. Pembahasan thaharah dalam fiqih Islam sangat banyak dasar dan hukumnya. Setiap Muslim diwajibkan mengetahuinya dengan benar sehingga tidak mengalami kesalahan dalam melaksanakan perbuatan maha penting, yaitu beribadah kepada Allah dengan cara yang benar sesuai syariat. Dengan demikian, thaharah merupakan tempat masuk yang mulia untuk ber-taqarub kepada Sang Pencipta. Thaharah Lahiriah adalah thaharah seorang Muslim yang tampak terlihat oleh indra yang akan membuat dirinya menjadi indah di mata manusia dengan pe- nampilan yang bagus, mengenakan wewangian, serta pakaian yang bersih guna menjaga kesehatan lahir. Mem- bersihkan dirinya dari berbagai kotoran yang bisa me- nimbulkan bau kurang sedap dan berbagai kotoran yang najis guna memelihara kesehatan badan. Menyucikan dirinya dari hadats kecil dengan berwudhu dan hadats besar dengan mandi besar sehingga shalatnya menjadi sah.Agama Islam sangat memperhatikan thaharah Lahiriah. Karena hal ini merupakan salah satu syarat sah- nya shalat yang mensyaratkan kesucian badan, pakaian, dan tempat shalat dari setiap kotoran. Demikianlah, kunci surga adalah shalat, sementara kunci shalat adalah bersuci. Kebersihan yang telah dianjurkan Islam memiliki banyak sekali efek kesehatan yanag mampu menjauhkan manusia dari berbagai penyakit.

No Deposit : CB-D.32 2013-009836

Additional Information
Year 2013
Penulis Abdullah Abbas; Aik Iksan Anshori
Penerbit Lentera Hati
ISBN / ISSN 978-602-7720-06-0
Edisi Serial
Edisi
Jenis Koleksi Monograf